Mau Punya Rumah di Bali? Simak Cara Ini

Sebagai salah satu destinasi wisata yang paling populer di Indonesia, iklim bisnis dan hiburan di Bali menjadi sangat baik. Hal ini menjadikan penjualan properti di Bali turut mengalami perkembangan yang positif dalam beberapa tahun ke belakang. Berbagai proyek perumahan di Bali tidak pernah sepi peminat, meskipun harga yang ditawarkan terbilang cukup tinggi.

Dengan berbagai potensi bisnis yang dimiliki Bali, pembangunan rumah di Bali menjadi lebih menyasar konsumen dari kalangan pebisnis dibandingkan dengan masyarakat lokalnya. Sehingga sebagian besar proyek yang ditawarkan adalah proyek perumahan kelas menengah ke atas yang terletak di lokasi premium seperti Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

Harga rumah Bali pada empat kawasan tersebut dapat terbilang cukup tinggi. Untuk rumah dengan tipe 50/100 meter persegi dan 60/120 meter persegi harga yang ditawarkan dapat mencapai angka 700 hingga 900 juta Rupiah. Sedangkan rumah di Bali dengan tipe 100/120 meter persegi bahkan bisa mencapai angka 1,1 hingga 1,6 miliar Rupiah.

Harga tersebut adalah harga yang cukup fantastis sehingga bagi orang dengan penghasilan UMR atau di bawahnya, akan kesulitan untuk dapat memiliki rumah di Bali. Namun, jika anda adalah orang dengan penghasilan UMR dan ingin memiliki rumah di Bali, ada cara agar anda dapat mewujudkan keinginan tersebut.

Membeli Rumah dengan Jalur KPR

Salah satu cara membeli rumah di Bali adalah dengan membeli melalui jalur KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Jika anda memiliki penghasilan sekitar 5 juta Rupiah setiap bulannya, anda memiliki limit angsuran sebesar Rp 1,6 juta atau 30% hingga 35% dari penghasilan bulanan anda. Dengan jumlah tersebut, anda dapat membeli rumah dengan harga sekitar Rp 265 juta. Masih ada cukup banyak rumah yang dapat anda beli dengan kisaran harga tersebut di Bali. Khususnya yang berada di daerah Gianyar, Singaraja, atau Klungkung.

Jumlah tersebut dapat anda angsur selama 20 tahun dengan uang muka 35%, dengan bunga fix sekitar 9,75% dan bunga floatig 13,75%. Selain itu, saat ini ada banyak developer perumahan rakyat di Bali yang menetapkan uang muka sebesar 10% dari harga rumah untuk kelas karyawan. Hal ini menjadikan harga rumah menjadi lebih terjangkau.

Jika anda merasa kurang cocok untuk membeli rumah dengan jalur KPR, entah karena pertimbangan bunga, atau hal lainnya. Ada beberapa cara lain yang dapat anda lakukan untuk dapat membeli rumah yang dapat anda lakukan selain melalui jalur KPR dan tanpa perlu menggunakan Bank sebagai perantara.

Berikut ini beberapa cara yang dapat anda lakukan agar dapat membeli rumah di Bali tanpa melalui jalur KPR:

Mencari Kenalan Pengusaha Properti

Jika anda memiliki kenalan yang berkecimpung di dunia properti, anda dapat menanyakan berbagai informasi terbaru mengenai penjualan rumah kepadanya. Beberapa informasi yang dapat anda cari adalah mengenai pengurusan izin pendirian, pembelian rumah atau tanah, dan mengenai beberapa hukum jual beli properti yang perlu diketahui.

Mencari Angel Investor

Cara lainnya adalah dengan mencari angel investor. Jika anda belum sanggup mencari rumah secara tunai, anda perlu mencari orang yang sanggup memberikan dana talangan. Jika anda tidak terlalu suka berurusan dengan Bank, anda dapat memperluas koneksi anda dengan mencari orang yang memiliki modal besar dan dapat dipercaya.  

Anda dapat menawarkan kerja sama agar mereka mau memberikan dana talangan pada anda, dan anda dapat membayarnya dengan cara memcicil. Pada umumnya, orang yang memberi anda dana talangan akan menaikkan harga jual kembali pada anda, namun anda dapat membayar cicilan bebas bunga untuk melunasinya.

Menabung atau Berinvestasi

Menabung atau berinvestasi dapat menjadi salah satu cara mengumpulkan dana agar dapat membeli rumah di Bali yang anda impikan. Anda dapat menyisihkan sebagian penghasilan anda setiap bulan untuk disimpan dalam bentuk tabungan atau produk investasi lainnya.

Sebaiknya, anda tidak menyimpan tabungan anda dalam bentuk nominal uang. Hal ini karena nilai uang akan cenderung mengalami penyusutan dari waktu ke waktu, sementara harga rumah di Bali cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, anda dapat menyimpan dana tabungan anda dalam bentuk emas atau investasi lain yang nilainya tidak mudah mengalami penyusutan.

Membeli Rumah Second

Selain itu, anda juga dapat mempertimbangkan untuk membeli rumah second agar dapat memiliki rumah di Bali. Biasanya, harga rumah second akan cenderung lebih murah dibandingkan dengan rumah baru dengan ukuran yang sama.

Itulah beberapa cara untuk dapat membeli rumah di Bali yang dapat anda lakukan. Namun jangan lupa untuk tetap berhati-hati dalam memilih rekan jual beli rumah di Bali dan juga kemudahan akses dan fasilitas umum di daerah rumah yang ingin anda beli. Selamat mencari rumah impian yang nyaman sesuai dengan keluarga anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *