KH Ma’ruf Amin Harus Andalkan 3 Kartu Baru Jokowi

Dengan meluncurkan 3 kartu baru oleh calon presiden Joko Widodo (Jokowi), maka ini menunjukkan kesinambungan kebijakan yang telah dijalankan selama kurang lebih 4,5 tahun dalam memimpin Indonesia. 3 kartu ini yaitu, Kartu Sembako Murah (KSM), Kartu Indonesia Pintar untuk Kuliah (KIPK), dan Kartu Pra—Kerja. Dengan ke 3 kartu baru Jokowi ini, akan meneruskan keberhasilan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Hal tersebut disampaikan oleh pakar kebijakan publik, Riant Nugroho. Ia menyebutkan, bahwa dalam debat ketiga Pilpres 2019 nanti, KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres harus mengungkapkan bahwa rencana 3 kartu baru Jokowi itu sebagai bukti kebijakan yang sangat cerdas dan berkesinambungan. Terlebih, 3 kartu baru tersebut sangat sesuai untuk menjelaskan materi debat ketiga yang akan membahas tentang masalah kesehatan dan budaya, ketenagakerjaan, pendidikan, dan sosial.

“3 kartu saksi yang diluncurkan Jokowi saat konvensi itu menunjukkan komitmennya sebagai presiden untuk melanjutkan keberhasilan selama memimpin Indonesia di periode pertama, 2014-2019. Jika di periode pertama, fokus Jokowi di infrastruktur sudah berhasil, maka 3 kartu terbaru merupakan estafeta karena menyangkut sumber daya manusia yang penting untuk menggunakan serta memanfaatkan infrastruktur yang sudah dibangun di desa dan di perkotaan untuk menunjang ekonomi,” jelas pakar kebijakan publik dari Universitas Indonesia itu, Minggu (117/3/2019).

Kartu Sembako Murah merupakan kelanjutan dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyediakan sembako murah secara kontinyu. Perlu diketahui, bahwa selama ini PKH telah membantu 10 juta keluarga melalui sistem jaminan sosial, sehingga anak-anak dari keluarga tidak mampu masih bisa tetap bersekolah, mendapatkan imunisasi, dan tambahan makanan bergizi. Dalam hal ini, lebih dari 15,5 juta keluarga miskin telah mendapatkan bantuan pangan.

Sementara KIPK, merupakan lanjutan dari KIP (Kartu Indonesia Pintar) yang pertama kali diluncurkan pada November 2014 yang lalu, yang diperuntukkan untuk siswa SD, SMP, dan SMA atau sederajat. Dengan adanya KIP Kuliah, maka pelajar Indonesia bisa mendapatkan manfaat berupa biaya pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

Sedangkan untuk Kartu Pra-Kerja, merupakan program untuk memberikan pelatihan vokasi, meningkatkan keterampilan serta skill tenaga kerja, dan upgrade skill jika ingin berganti pekerjaan. Sehingga program tersebut bertujuan agar supaya kualitas sumber daya manusia Indonesia meningkat serta mampu bersaing dengan tenaga kerja asing sekalipun.

“Saya yakin, cawapres KH Ma’ruf Amin akan bisa menjelaskan bahwa yang dilakukan Jokowi dengan 3 kartu itu merupakan kebijakan cerdas dan berkelanjutan. Jokowi menjanjikan hal yang sangat relevan dengan kebutuhan rakyat, dan karena sudah punya pengalaman dengan KIP dan juga Kartu Indonesia Sehat, maka 3 kartu tersebut mudah diterapkan dan akan langsung dirasakan oleh rakyat yang membutuhkan,” tambah pengajar Program Pasca Sarjana Fakultas Administrasi Negara UI ini.

Ma’ruf Amin, yang merupakan seorang ulama dan politisi yang berusia 75 tahun ini memiliki gelar dalam hukum islam dan ekonomi syariah, yang lahir di dekat Jakarta ketika Hindia Belanda berada di bawah pendudukan Jepang. Selain itu juga, beliau telah menulis beberapa buku-buku tentang perbankan dan ekonomi islam, makna jihad, terorisme, dan fatwa. Beliau juga berada di dewan lembaga pemerintah yang mempromosikan nilai-nilai Pancasila – Ideologi nasional Indonesia yang merangkul prinsip kebebasan beragam politik yang besar. Dan juga beliau telah menjabat sebagai anggota parlemen di legislatif lokal dan nasional, mewakili Partai Kebangkitan Nasional. Partai ini berafiliasi dengan organisasi Muslim terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama (NU) yang dipimpin Amin sebagai “pemimpin tertinggi” sejak tahun 2015. Yang memiliki sebanyak 40 juta anggota dan juga memiliki pengaruh politik yang besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *